Sabtu, 23 Maret 2013

CERITA – 2 KELUARGA YANG BERBEDA


Saya akan menceritakan sebuah cerita yang mungkin tidak semenarik cerita-cerita yang dibuat oleh penulis-penulis terkenal, ini hanyalah sebuah karangan biasa yang amat sangat sederhana. Inilah kisahnya :
Pada zaman modern saat ini, dikisahkan hiduplah 2 keluarga yang berbeda. Keluarga pertama adalah sebuah keluarga yang kurang mampu, hidup dipinggiran kota bapak dan ibu adalah seorang petani mereka mempunyai 2 orang anak dua-duanya adalah perempuan yang pertama sudah beranjak di kelas 3 SMA dan yang anak kedua masih berada disekolah dasar kelas 6. Keluarga kedua adalah sebuah keluarga yang sangat kaya, hidup ditengah-tengah kota bapak adalah seorang direktur disebuah perusahaan yang sangat terkenal di Indonesia dan sudah mempunyai banyak cabang sedangkan ibu adalah seorang pembisnis yang sangat Berjaya mereka mempunyai sepasang anak laki-laki dan perempuan yang laki-laki saat ini sudah beranjak kuliah di ITB dan yang perempuan sudah duduk di kelas 1 SMA.

Suatu hari anak pertama pada keluarga 1 meminta uang kepada bapak dan ibunya sebesar 5 Juta katanya uang tersebut akan dipergunakan untuk tes kuliah. Sang ibu sangat shock mendengarnya dari mana mereka harus mengumpulkan uang sebanyak itu,,,???. Akhirnya sang ibu mulai mengumpulkan uang dari hasil mencuci, menggosok, dan memasak di rumah keluarga 2, walaupun begitu mereka hanya dapat mngumpulkan uang sebanyak 4 Juta 500 Ribu Rupiah. Uang tersebut masih kurang 500 Ribu lagi, terpaksalah sang ibu harus meminjamnya kepada tetangga dan genaplah sudah semuanya berjumlah 5 Juta. Dengan rasa senang bangga uang tersebut diberikan kepada sang anak agar dapat lulus tes kuliah, sang anak pun meminta izin agar dapat merantau ke kota dan dia pun diizin kan dengan maksud ibu agar anaknya mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan suatu ketika setelah 2 hari kemudian sang anak pergi ibu jatuh sakit dan harus segera diobati kerumah sakit tapi bapak belum punya uang sedikit pun untuk makan saja pun mereka masih dibantu oleh tetangga. Sampai ketika musim panen tiba sang ayah langsung membawa ibu ke puskesmas terdekat, pulang dari puskesmas ibu harus rajin minum obat dan istirahat yang cukup.
Dikota sang anak memang benar-benar kuliah dan kebetulannya dia juga kuliah di ITB bersamaan dengan anak pertama di keluarga 2. Dikampusnya si anak pertama di keluarga 2 memang terkenal sangat populer di kampus, bukan hanya dari segi kaya nya tampangnya juga sangat keren lo tapi sayang anaknya sangat sombong. Tiada hari baginya untuk tidak pergi ke pusat perbelanjaan apalagi kalau tidak untuk hura-hura alias menghambur-hamburkan uangnya. Adiknya yang sudah duduk di kelas 1 SMA pun sama saja dengan kakaknya, di awal pubertas nya ini mulai lah mencoba sedikit lebih cantik dengan berdandan, mulai mabuk-mabukkan, mulai minta dibelikan ini dan itu sampai akhir-akhir ini dia minta dibelikan mobil.
Karna kesibukan kedua orang tuanya maka mereka berdua jarang diperhatikan, hingga suatu saat orang tuanya jatuh bangkrut dan mereka semua pun harus hidup jauh-jauh dari kekayaan yang pernah mereka rasakan. Gak kebayang gimana rasanya jadi mereka yang tiba-tiba harus mulai dari nol (0) lagi.
Terbalik dari itu malah keluarga 1 yang bisa sukses. Dan mereka bertemu dengan keluarga 2 yang sudah tinggal dijalanan saat ini. Keluarga 1 berusaha membantu keluarga 2 dengan membawa mereka tinggal di rumah keluarga 1. Keluarga 2 sadar bahwa kekayaan itu bukan selamanya bagi mereka. Makanya ketika kaya jangan suka menghambur-hamburkan uang. Ingat akibatnya setelah harta habis nanti, jadi mulailah berhemat.

Dari kisah ini kita dapat mengambil hikmahnya bahwa kita jangan pernah menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna, karna ketika kita menghamburkan uang sebanyak apapun maka uang tersebut tidak akan pernah kembali lagi sebanyak yang telah kita hamburkan karna harta itu bersifat tidak kekal. Lain hal nya jika kita bersedekah dengan sangat ikhlas maka mungkin apapun yang kita sedekahkan itu akan kembali berlipat-lipat ganda. Maka belajarlah dari orang-orang yang kurang mampu mereka dapat menyesuaikan pengeluaran dengan kehidupan mereka, oleh karena itulah hidup mereka sangat bahagia tanpa ada permasalahan harta.

0 komentar:

Posting Komentar