Saya akan
menceritakan sebuah cerita yang mungkin tidak semenarik cerita-cerita yang
dibuat oleh penulis-penulis terkenal, ini hanyalah sebuah karangan biasa yang
amat sangat sederhana. Inilah kisahnya :
Pada
zaman modern saat ini, dikisahkan hiduplah 2 keluarga yang berbeda. Keluarga
pertama adalah sebuah keluarga yang kurang mampu, hidup dipinggiran kota bapak
dan ibu adalah seorang petani mereka mempunyai 2 orang anak dua-duanya adalah
perempuan yang pertama sudah beranjak di kelas 3 SMA dan yang anak kedua masih
berada disekolah dasar kelas 6. Keluarga kedua adalah sebuah keluarga yang
sangat kaya, hidup ditengah-tengah kota bapak adalah seorang direktur disebuah
perusahaan yang sangat terkenal di Indonesia dan sudah mempunyai banyak cabang
sedangkan ibu adalah seorang pembisnis yang sangat Berjaya mereka mempunyai
sepasang anak laki-laki dan perempuan yang laki-laki saat ini sudah beranjak
kuliah di ITB dan yang perempuan sudah duduk di kelas 1 SMA.
Suatu
hari anak pertama pada keluarga 1 meminta uang kepada bapak dan ibunya sebesar
5 Juta katanya uang tersebut akan dipergunakan untuk tes kuliah. Sang ibu
sangat shock mendengarnya dari mana mereka harus mengumpulkan uang sebanyak
itu,,,???. Akhirnya sang ibu mulai mengumpulkan uang dari hasil mencuci,
menggosok, dan memasak di rumah keluarga 2, walaupun begitu mereka hanya dapat
mngumpulkan uang sebanyak 4 Juta 500 Ribu Rupiah. Uang tersebut masih kurang
500 Ribu lagi, terpaksalah sang ibu harus meminjamnya kepada tetangga dan
genaplah sudah semuanya berjumlah 5 Juta. Dengan rasa senang bangga uang
tersebut diberikan kepada sang anak agar dapat lulus tes kuliah, sang anak pun meminta
izin agar dapat merantau ke kota dan dia pun diizin kan dengan maksud ibu agar
anaknya mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan suatu ketika setelah 2 hari
kemudian sang anak pergi ibu jatuh sakit dan harus segera diobati kerumah sakit
tapi bapak belum punya uang sedikit pun untuk makan saja pun mereka masih
dibantu oleh tetangga. Sampai ketika musim panen tiba sang ayah langsung
membawa ibu ke puskesmas terdekat, pulang dari puskesmas ibu harus rajin minum
obat dan istirahat yang cukup.
Dikota
sang anak memang benar-benar kuliah dan kebetulannya dia juga kuliah di ITB
bersamaan dengan anak pertama di keluarga 2. Dikampusnya si anak pertama di
keluarga 2 memang terkenal sangat populer di kampus, bukan hanya dari segi kaya
nya tampangnya juga sangat keren lo tapi sayang anaknya sangat sombong. Tiada
hari baginya untuk tidak pergi ke pusat perbelanjaan apalagi kalau tidak untuk
hura-hura alias menghambur-hamburkan uangnya. Adiknya yang sudah duduk di kelas
1 SMA pun sama saja dengan kakaknya, di awal pubertas nya ini mulai lah mencoba
sedikit lebih cantik dengan berdandan, mulai mabuk-mabukkan, mulai minta
dibelikan ini dan itu sampai akhir-akhir ini dia minta dibelikan mobil.
Karna
kesibukan kedua orang tuanya maka mereka berdua jarang diperhatikan, hingga
suatu saat orang tuanya jatuh bangkrut dan mereka semua pun harus hidup
jauh-jauh dari kekayaan yang pernah mereka rasakan. Gak kebayang gimana rasanya
jadi mereka yang tiba-tiba harus mulai dari nol (0) lagi.
Terbalik dari
itu malah keluarga 1 yang bisa sukses. Dan mereka bertemu dengan keluarga 2
yang sudah tinggal dijalanan saat ini. Keluarga 1 berusaha membantu keluarga 2
dengan membawa mereka tinggal di rumah keluarga 1. Keluarga 2 sadar bahwa
kekayaan itu bukan selamanya bagi mereka. Makanya ketika kaya jangan suka
menghambur-hamburkan uang. Ingat akibatnya setelah harta habis nanti, jadi
mulailah berhemat.

0 komentar:
Posting Komentar