Jumat, 29 Maret 2013

Petani Anggur Yang Cerdik


Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja beserta permaisuri dan putrinya. Putri raja itu bernama Cemara. Wajahnya amat cantik. Ia pun ramah kepada siapa saja. Tidak memandang kaya atau miskin.
Di kerajaan itu, hidup pula seorang pemuda petani anggur. Ia sangat rajin mengurus kebun anggurnya. Sehingga buah anggur dari ladangnya sangat manis dan harum baunya. Pegawai rumah tangga istana selalu membeli anggur darinya. Untuk dihidangkan kepada keluarga raja. Putri Cemara sangat gemar makan buah anggur itu.
  Suatu hari, Putri Cemara menyuruh pengawalnya memanggil petani itu. Ia ingin tahu bagaimana cara petani itu merawat anggurnya. Petani anggur itu ternyata sangat pandai, sopan, dan tampan. Putri Cemara jatuh hati padanya. Sementara petani itu pun terpikat pada kecantikan Putri Cemara. Juru masak istana mengetahui isi hati Putri Cemara. Ia lalu mengatur pertemuan sang putri dengan petani muda itu. Sepasang kekasih itu kemudian berjanji untuk menjadi suami istri. Petani anggur itu pun memberanikan diri menghadap Raja untuk meminang Putri Cemara. Raja sangat terkejut,,,!!! Ia tak ingin putrinya menikah dengan rakyat biasa. Namun, agar Putri Cemara tidak terlalu kecewa, Raja lalu mengatur siasat. Setelah termenung sebentar, ia lalu berkata.


“Hai, petani anggur,,,!!! Kau boleh menikahi putriku jika memenuhi syarat ku,,,!!! Datanglah besok pagi kemari. Akan kutunjukkan padamu dua helai gulungan kertas. Kau harus memilih salah satunya. Bila kertas yang kau ambil bertuliskan HIDUP, maka kau boleh mengambil putriku. Sebaliknya bila bertuliskan MATI, maka kau harus digantung,,,!!!”
Setelah petani itu pulang, permaisuri bertanya, “Apa Kanda tak menyesal, andai petani itu berhasil memiliki putrid kita,,,???”
“Oh, aku tidak sebodoh itu, Dinda. Aku akan menuliskan kata MATI pada kedua kertas itu. Tidak ada yang perlu kau cemaskan, Dinda…” jawab raja.
Tanpa diduga, Putri Cemara mendengar perkataan kedua orang tuanya. Melalui juru masaknya, putri menyampaikan berita itu pada kekasihnya. Petani anggur itu tak menyangka raja akan berbuat curang padanya. Semalaman ia berpikir untuk menemukan cara melawan kecurangan raja. Esok paginya, petani muda itu berangkat menuju istana raja. Suasana di halaman istana sudah ramai. Banyak orang ingin menyaksikan peristiwa itu. Setelah gong dibunyikan, Raja pun berdiri dan bersabda,
“Hai petani anggur, kedua kertas ini akan menentukan nasibmu,,,!!! Yang satu bertuliskan HIDUP, yang satu MATI. Nah, silahkan pilih,,,!!!
“Hamba akan mengambil yang ini,,,!!!” ujar si petani anggur sambil mengambil sehelai gulungan kertas. Namun, tiba-tiba kertas itu dimasukkannya ke mulut, lalu ditelannya. Kemudian ia bertutur,
“Sekarang kertas itu tinggal satu. Berarti isinya kebalikan dari isi kertas yang telah hamba telan tadi.”
Petani ini lalu meminta tolong salah seorang penonton pria untuk membacakan isi kertas yang tertinggal itu. “MATI”, seru pria itu membaca isi kertas keras-keras.
Riuh rendah tepuk tangan penonton langsung membahana. Semua menganggap kertas yang di telan petani itu bertuliskan “HIDUP”. Raja tak dapat berbuat apa-apa lagi. Kecuali merestui pernikahan Putri Cemara dan petani anggur yang cerdik itu. Keduanya hidup bahagia sampai akhir hayat mereka.

0 komentar:

Posting Komentar